Translate

Sabtu, 4 Disember 2010

Berpegang Pada Agama Allah




Allah Swt berfirman dalam hadist Qudsi sebagai berikut:

Allah telah memberikan wahyu kepada Nabi Daud A.s: ‘Demi keagungan-Ku setiap hamba yang menggantungkan diri kepada-Ku, tanpa bergantung kepada makhluq-Ku (yang Ku ketahui dari niatnya) dan ditipu oleh siapa pun yang ada di langit dan di bumi, pasti aku beri jalan keluar baginya dari tipu muslihat itu. Dan setiap hamba yang menggantungkan diri kepada makhluq, tanpa bergantung kepada Ku, (yang Kuketahui dari niatnya) Aku putuskan sumber rezekinya dari langit, dan Aku tetapkan kehancurannya. Dan setiap hamba yang taat kepada Ku, pasti Aku mengurniainya sebelum meminta kepada-Ku, dan mengabulkannya sebelum berdoa kepada Ku, serta mengampuninya sebelum minta ampun kepada Ku.

Hadist Qudsi riwayat Tamam, Ibnu Asakir dan Dailami dari Abdurrahman bin Kaab bin Malik yang bersumber dari bapaknya.
Allah swt  telah mewahyukan kepada Nabi Daud A.s dengan bersumpah demi kemuliaan Nya yang tidak dapat dikalahkan ataupun ditentang bahawa:

Setiap hamba Allah yang berlindung hanya kepada Nya semata-mata, dalam setiap gerak langkahnya hanya meminta pertolongan kepada Nya, tanpa mempersekutukan Nya dengan sesuatu makhluk pun, maka Allah akan menolongnya serta mengukuhkan imannya. Hal ini diketahui oleh Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu dari niat dan cita-citanya.

Apabila seluruh penghuni langit dan bumi bersatu menipu mereka (orang-orang yang bergantung kepada Allah), pasti mereka akan lemah dan tidak berdaya melaksanakannya, bagaimanapun mereka berusaha dan menghalanginya, namun Allah pasti menunjukkan jalan keluar dan menyelamatkannya dari tipu daya dan rintangan-rintangan mereka.

Ayat Al Quran yang menguatkan hadist ini ialah:

Maksudnya;

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah pasti dibuatkan baginya jalan keluar, dan Allah memberi rezeki  dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Surah At Thalaq , ayat 2 dan 3

Setiap orang yang berpaling dari Allah, lalu berlindung kepada makhluq yang dianggap dapat memberikan manfaat atau mudarat, akan dilaknat oleh Allah SWT dan dijauhkan dari rahmat Nya. Allah yang Maha Mengetahui niat hamba-hamba Nya dan mengetahui segala sesuatu. Oleh kerana itu akan diputuskan pintu-pintu rezekinya dari langit dan diharamkan segala macam alat keselamatan baginya, Allah Maha Kaya dan tidak memerlukan bantuan manusia. Orang yang sering bersandar kepada manusia, segala sesuatunya akan diserahkan kepada manusia itu sendiri.

Kepada orang-orang seperti itu Allah akan menghukumnya dengan menimpakan rasa resah gelisah dan gundah gulana serta muncul berbagai hal yang menyebabkan kegagalan dan kekecewaan , timbul rasa tidak tenang dalam diri, ragu terhadap kekuatan sendiri atau rasa goyah dalam pendirian, hingga ia lemah dan jauh dari taufiq dan hidayah Allah SWT.

Bagi orang yang mengharap dan taqwa kepada Allah, taat dan menjaga disiplin Nya, Allah akan bersikap murah dengan melimpahinya nikmat dan memperkenankan cita-cita dan harapannya. Walaupun lidahnya tidak pernah bergerak untuk memohon dan meminta agar tercapai cita-cita Nya. Allah swt akan mengabulkan permintaannya sebelum ia berdoa kepada Nya. Lebih dari itu Allah swt akan mengampuni kesalahan dan kekeliruannya sebelum ia memohon ampunan.

Semua itu adalah gambaran yang melukiskan betapa cepatnya balasan Allah terhadap hamba Nya yang taqwa dan taat ini.

Selain dari itu jelas pula tampak dalam Hadist Qudsi di atas, panggilan untuk tawakal (berserah diri) yang sebenar benarnya, begitu pun permohonan bantuan kepada Nya.

Semoga Allah menguatkan iman kami untuk tetap bergantung kepada Mu semata dan membukakan serta memberkahi sumber rezeki. Kerana Engkaulah tempat kami bergantung.

Ameen... 

Sumber: Hadist Qudsi, Firman Allah yang tidak dicantumkan dalam alQuran

Tiada ulasan: